Ayat Makkiyah dan Madaniyah

Pokok-pokok Materi :

  1. Perhatian Ulama tentang Makki dan Madaniyah
  2. Pengertian Makkiyah dan Madaniyah
  3. Kekhususan & Ciri ayat Makkah & ayat Madaniyah
  4. Hikmah mengetahui Makkah dan Madaniyah
  1. 1. PERHATIAN ULAMA TERHADAP MAKKIYAH & MADANIYAH

Para ulama begitu tertarik untuk menyelidiki surah-surah makki dan madani. Mereka meneliti Qur`an ayat demi ayat dan surah-demi surah untuk ditertibkan sesuai dengan nuzulnya, dengan memperhatikan waktu, tempat dan pola kalimat. Bahkan lebih dari itu, mereka mengumpulkan antara waktu, tempat dan pola kalimat. Cara demikian Lanjutkan membaca “Ayat Makkiyah dan Madaniyah”

Manfaat Mengetahui Asbabun Nuzul

Sebagian orang ada yang beranggapan bahwa ilmu Asbabun Nuzul tidak ada gunanya dan tidak ada pengaruhnya karena pembahasannya hanyalah berkisar pada lapangan sejarah dan ceritera.Menurut anggapan mereka ilmu Asbabun Nuzul tidaklah akan mempermudah bagi orang yang mau berkecimpung dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an. Anggapan tersebut adalah salah dan tidaklah patut didengar karena tidak berdasarkan pendapat para ahli Al-Qur’an yang dikenal dengan ahli tafsir. Lanjutkan membaca “Manfaat Mengetahui Asbabun Nuzul”

Asbabun Nuzul

Pentingnya ilmu asbabun nuzul dalam ilmu Al-Qur’an guna mempertegas dan mempermudah dalam memahami ayat-ayatnya.Ilmu Asbabun Nuzul mempunyai pengaruh yang penting dalam memahami ayat, karenanya kebanyakan ulama begitu memperhatikan ilmu tentang Asbabun Nuzul bahkan ada yang menyusunnya secara khusus. Diantara tokoh (penyusunnya) antara lain Ali Ibnu al-Madiny guru Imam al-Bukhari r.a. Lanjutkan membaca “Asbabun Nuzul”

Objek Ilmu Tajwid

موضوع علم التجويد

أما موضوعه فهو الكلمات القرآنية من حيث إعطاء الحرف حقه ومستحقه .

ويعتبر علم التجويد من أهم العلوم التي توافرت على خدمة كتاب الله _ عز وجل_ بل هو أولاها وأشرفها

Object pembahasan ilmu tajwid adalah kata-kata yang dalam al-quran (Kata-kata al-quran) dengan memberikan setiap huruf-nya hak-haknya Lanjutkan membaca “Objek Ilmu Tajwid”

Hukum Mempelajari Tajwid

حكم تعليم التجويد

أما حكم علم التجويد فهو فرض كفاية بالنسبة لعامة المسلمين ، وفرض عين بالنسبة لرجال الدين من العلماء والقراء ، حتى إن بعض العلماء يرى أن تطبيقه في قراءة حديث رسول الله صلى الله عليه وسلم حسن جيد .

حكم العمل بعلم التجويد شرعاً :

adapun hukum mempelajari ilmu tajwid adalah fardhu kipayah kaitannya dengan masyarakat muslim semuanya dan fardhu ain bagi tokoh ulama dan qori. sehingga sebagian para ulama melihat penerapannya (tajwid) dalam membaca hadits rasulullah saw dinilai sangat baik

adapun hukum mengamalkan ilmu tajwid secara syara’ Lanjutkan membaca “Hukum Mempelajari Tajwid”

Pengertian Al-Qur’an

Ta’riful Qur’an

Pembahasan tentang pengertian al-Qur’an (ta’riful Qur’an) mencakup tiga bagian pembahasan yaitu: definisi al-Qur’an, nama-nama al-Qur’an, dan fungsi atau kedudukan al-Qur’an

Mukadimah

Pemahaman kaum muslimin ¾ secara umum ¾ terhadap al-Qur’an masih parsial (juz’i). Hal itu menyebabkan Al-Qur’an belum difungsikan secara menyeluruh dan utuh. Sebagian masyarakat memahami al-Qur’an sebagai obat (syifa) saja, maka mereka memfungsikannya hanya sebatas sebagai penyembuh. Sehingga, Al-Qur’an baru dekat dengan orang-orang yang sakit, sekarat atau sudah meninggal. Padahal al-Qur’an sebenarnya lebih dibutuhkan oleh orang-orang yang sehat. Sebagian yang lain hanya memahami al-Qur’an sebagai kitab bacaan yang pahalanya besar. Pemahaman yang terbatas ini mendorong masyarakat merasa puas setelah hanya membaca al-Qur’an. Pemungsian al-Qur’an oleh masyarakat sangat dipengaruhi oleh pengetahuan (tashawur) dan persepsi mereka terhadap al-Qur’an itu sendiri. Hal inilah yang membuat pengenalan terhadap al-Qur’an menjadi sangat penting. Lanjutkan membaca “Pengertian Al-Qur’an”

Membaca Al-Qur’an Dengan Tergesa-gesa

Allah Ta’ala berfirman : QS Al Qiyamah:16-19 (artinya)

16. Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran Karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya.

17. Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya.

18. Apabila kami Telah selesai membacakannya Maka ikutilah bacaannya itu.

19. Kemudian, Sesungguhnya atas tanggungan kamilah penjelasannya. Lanjutkan membaca “Membaca Al-Qur’an Dengan Tergesa-gesa”

Lintasan Sejarah Ilmu Al-Qur’an

Al-Qur’an yang menjadi kitab paling akhir dan yang paling utama, penurunannya tidaklah secara langsung melainkan secara bertahap, sehingga pihak yang berada di dalam prosesnya dari awal hingga utuh sangatlah berpengaruh kuat.

Para sahabat nabi adalah orang-orang Arab murni, mampu mencerna kesusasteraan bermutu tinggi. Mereka dapat memahami ayat-ayat al-Qur’an yang turun kepada Rasulullah saw. Jika menghadapi kesukaran dalam memahami sesuatu mengenai al- Qur’an, mereka menanyakannya langsung kepada beliau. Misa1nya, pertanyaan mereka1. ketika turun ayat: “dan tidak mencampur iman mereka dengan kedzaliman” (al-An’am, 82). Mereka bertanya kepada beliau: “Siapakah di antara kita yang tidak pernah dzalim terhadap diri sendiri”. ? Rasulullah dalam jawabannya menafsirkan kata “kedzaliman” pada ayat tersebut dengan “syirik”, dan sebagai da1il beliau menunjuk firman A11ah Swt dalam surah Luqman, 13 yang menegaskan: “Sungguhlah bahwa syirik adalah kedzaliman yang amat besar”. Lanjutkan membaca “Lintasan Sejarah Ilmu Al-Qur’an”

Pengumpulan Al-Qur’an Pada Masa Utsman

Semakin meluasnya daerah kekuasaan islam pada masa Utsman membuat perbedaan yang cukup mendasar dibandingkan dengan pada masa Abu Bakar  Latar belakang pengumpulan Al-Qur’an di masa Utsman r.a. adalah karena beberapa faktor lain yang berbeda dengan faktor yang ada pada masa Abu Bakar. Daerah kekuasaan Islam pada masa Utsman telah meluas, orang-orang Islam telah terpencar di berbagai daerah dan kota. Di setiap daerah telah populer bacaan sahabat yang mengajar mereka.

Penduduk Syam membaca Al-Qur’an mengikuti bacaan Ubay ibnu Ka’ab, penduduk Kufah mengikuti bacaan Abdullah Ibnu Mas’ud, dan sebagian yang lain mengikuti bacaan Abu Musa al-Asy’ari. Diantara mereka terdapat perbedaan tentang bunyi huruf, dan bentuk bacaan. Masalah ini membawa mereka kepada pintu pertikaian dan perpecahan sesamanya. Hampir satu sama lainnya saling kufur-mengkufurkan karena berbeda pendapat dalam bacaan. Lanjutkan membaca “Pengumpulan Al-Qur’an Pada Masa Utsman”