Urgensi dan Keutamaan Qiyamul Lail

Urgensi dan Keutamaan Qiyamul Lail


عَنْ جَابِرٍ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ فِي اللَّيْلِ لَسَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ

Dari Jabir r.a., ia barkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya pada malam hari itu benar-benar ada saat yang seorang muslim dapat menepatinya untuk memohon kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat pasti Allah akan memberikannya (mengabulkannya) dan itu setiap malam.” (H.R. Muslim dan Ahmad) Lanjutkan membaca “Urgensi dan Keutamaan Qiyamul Lail”

Syari’ah, Thariqah, Haqiqah Dan Ma’rifah

SYARI’AH, THARIQAH, HAQIQAH DAN MA’RIFAH

oleh KH Ali Yafie

Kata syari’ah telah beredar luas di kalangan umat muslim.

Bahkan, dalam al-Qur’an sendiri, kata tersebut telah dipakai antara lain pada Surah al-Jatsiyah: 18. Pemakaian kata tersebut mengacu kepada makna ajaran dan norma agama itu sendiri. Dalam perkembangan Islam munculnya tiga kata thariqah, haqiqah dan ma’rifah, telah mengakibatkan terbatasnya pengertian syari’ah sehingga lebih banyak mengacu pada norma hukum. Lanjutkan membaca “Syari’ah, Thariqah, Haqiqah Dan Ma’rifah”

Fatwa Sekitar Tasawuf

Pertanyaan:

Bilakah lahirnya dan berkembangnya ilmu tasawuf, dan apa
pula keistimewaannya?

Apa alasan orang yang menolaknya dan bagaimana
dalilnya bagi orang yang memujinya?

Jawab:

Masalah tasawuf ini pernah dibahaskan, tetapi ada baiknya untuk
diulang kembali, sebab masalah ini amat penting untuk
menyatakan sesuatu hakikat dan kebenaran yang hilang di tengah-tengah
orang yang mencela dan orang yang memuji tasawuf tersebut secara
menyeluruh. Lanjutkan membaca “Fatwa Sekitar Tasawuf”

Takabur

1.      PENGERTIAN TAKABBUR

Rasulullah SAW mendefinisikan “takabbur” sebagai sikap “menolak kebenaran dan merendahkan orang lain”.

Pengertian itu Nabi sampaikan kepada orang yang mempertanyakan sikap salah seorang sahabat yang suka memakai baju dan sendal bagus. Sabda Nabi : Sesungguhnya Allh itu indah dan mencintai keindahan. Takabbur adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain”. HR. Muslim. Lanjutkan membaca “Takabur”

Ma’rifatullah Puncak Akidah Islam

1.      KARAKTERISTIK AQIDAH ISLAM

Aqidah Islam adalah Aqidah Rabbaniy (berasal dari Allah ) yang bersih dari pengaruh penyimpangan dan subyektifitas manusia. Aqidah Islam memiliki karakteristik berikut ini :

1.      Al Wudhuh wa al Basathah ( jelas dan ringan) tidak ada kerancuan di dalamnya seperti yang terjadi pada konsep Trinitas  dsb.

2.      Sejalan dengan fitrah manusia, tidak akan pernah bertentangan antara aqidah salimah (lurus) dan fitrah manusia. Firman Allah : “Fitrah Allah yang telah menciptakan manusia  menurut fitrah itu, tidak ada perubahan pada fitrah Allah..” QS. 30:30 Lanjutkan membaca “Ma’rifatullah Puncak Akidah Islam”

Tawakkal

1. DALIL-DALIL SYAR’IY TENTANG TAWAKKAL

  1. QS Ali Imran ayat 122
  2. QS At Thalaq ayat 3
  3. Rsulullah SAW bersabda : “Jika kamu bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakkal maka Allah memberikan rizki kepadamu sebagaimana Allah memberikan rizki kepada burung, pagi-pagi keluar sarang dalam keadaan lapar, dan sore hari pulang ke kandang dalam keadaan kenyang.” HR At Tirmidziy. Lanjutkan membaca “Tawakkal”

Bahaya Lisan

AFATUL LISAN

1. PERINTAH BERKATA BAIK

Kemampuan berbicara adalah salah satu kelebihan yang Allah berikan kepada manusia, untuk berkomunikasi dan menyampaikan keinginan-keinginannya dengan sesama manusia. Ungkapan yang keluar dari mulut manusia bisa berupa ucapan baik, buruk, keji, dsb.

Agar kemampuan berbicara yang menjadi salah satu ciri manusia ini menjadi bermakna dan bernilai ibadah, Allah SWT menyerukan umat manusia untuk berkata baik dan menghindari perkataan buruk. Allah SWT berfirman :

“Dan katakan kepada hamba-hamba-Ku. “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar) sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.” QS. 17: 53 Lanjutkan membaca “Bahaya Lisan”

Hakikat Dari Tasawuf

Pertanyaan:

Apa sebenarnya arti kata tasawuf hakikat dan hukumnya menurut Islam?
Apakah benar di antara orang-orang ahli tasawuf ada yang tersesat dan menyimpang?

Jawab:

Arti tasawuf dalam agama ialah memperdalam ke arah bagian rohaniah, ubudiah, dan perhatiannya tercurah seputar permasalahan itu.

Agama-agama di dunia ini banyak sekali yang menganut berbagai macam tasawuf, di antaranya ada sebagian orang India yang amat fakir. Mereka condong menyiksa diri sendiri demi membersihkan jiwa dan meningkatkan amal ibadatnya.

Dalam agama Kristen terdapat aliran tasawuf khususnya bagi para pendeta. Di Yunani muncul aliran Ruwagiyin. Di Persia ada aliran yang bernama Mani’; dan di negeri-negeri lainnya banyak aliran ekstrim di bidang rohaniah. Lanjutkan membaca “Hakikat Dari Tasawuf”

Ikhlas Dan Menghadirkan Niat

Allah Ta’la berfirman :
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus*, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus. (QS. Al Bayyinah : 5)

Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridha an) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. ..( Al Hajj : 37)

Katakanlah: “Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu menampakkannya, pasti Allah Mengetahuinya. Dan Allah mengetahui apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Ali Imran : 29 ). Lanjutkan membaca “Ikhlas Dan Menghadirkan Niat”