Hukum Zakat Piutang

Sesuai dengan hasil majelis ikatan ulama fiqh Islam dalam konferensi II di Jeddah, Saudi Arabia, tanggal 10 – 16 Rabi’ul Akhir 1406H/22 – 28 Desember 1985 tentang “Zakat Piutang”, maka diputuskan sbb.:

Pertama, zakat piutang diwajibkan kepada pemilik modal (kreditur), setiap tahun sekali, jika debitur (peminjam/saudara yang kebetulan membutuhkan uang) mampu membayar hutangnya, dan kedua, zakat diwajibkan kepada kreditur setelah piutangnya mencapai haul sejak tanggal transaksi.

Lebih jelasnya, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz dalam Fatawa Az-Zakah menjelaskan piutang apabila mudah menagihnya, maka harus menzakatinya setiap kali genap setahun. Adapun jika orang yang berhutang sulit membayarnya dan tidak dapat mengambil piutang darinya, maka tidak wajib membayar zakatnya.

Jika sang pengutang adalah orang miskin yang tidak punya apa-apa sehingga ia tidak bisa melunasi hutangnya. Tentang ini, Allah menyuruh kita untuk memberikan toleransi kepadanya. Allah berfirman: “Maka, jika ia memiliki kesulitan, maka berilah ia tenggang waktu hingga ia bisa melunasimu.” Q.S. Al-Baqarah: 280. Dengan demikian, jika harta kita ada di tangan orang yang keadaannya seperti itu, maka sekali lagi tidak ada kewajiban membayat zakat

Zakat Rumah Kontrakan

Tanya: Assm.. Jika kita punya kontrakan anggap 1 bulan terkumpul Rp 2 juta namun uang itu kita pakai untuk kebutuhan sehari-hari seperti belanja bulanan, bayar sekolah anak dll, hanya bisa menyisihlan sekitar Rp 50.000 per bulan. Apakah itu wajib dizakatkan kontrakan tersebut? terimakasih (Ely) Lanjutkan membaca “Zakat Rumah Kontrakan”

Dana Deposito Di Bank Syariah : Wajibkah Dibayarkan Zakatnya Dua Kali?

Assalamu alaikum wr.wb
Ustadz, apakah jika uang (pokok) kami ditabung/diinvestasikan di Bank Syariah dalam bentuk deposito (mudharabah) juga wajib dibayarkan zakat maalnya? Yang saya pernah pelajari, karena sifat deposito syariah adalah produktif, khususnya yang berjangka waktu panjang (satu tahun) diqiaskan sama dengan kita berinvestasi untuk usaha semisal perdagangan atau pertanian, maka modalnya (yang bergerak) tidak termasuk dalam hitungan zakat, kecuali keuntungan dari hasil usaha itu. Apakah benar? Jazakumullah khairon katsiro.
Wassalamu’alaikum wr.wb.
H. Nana Sudiana, SE
Jl. Wadas I/7, Kav. BNI Jatiwaringin,
Pondokgede, 17411.

Lanjutkan membaca “Dana Deposito Di Bank Syariah : Wajibkah Dibayarkan Zakatnya Dua Kali?”

Kekayaan yang Wajib Zakat dan Besar Zakatnya

Pembahasan berikut ini adalah tentang “Kekayaan yang Wajib Zakat dan Besar Zakatnya”. Cukup anyak dan detail yang dibahas beliau (hal 167-501) yang mencakup :
1. Zakat binatang ternak
2. Zakat emas dan perak / zakat uang
3. Zakat kekayaan dagang
4. Zakat pertanian
5. Zakat madu dan produksi hewani
6. Zakat barang tambang dan hasil laut
7. Zakat investasi pabrik, gedung, dll
8. Zakat pencarian dan profesi
9. Zakat saham dan obligasi
Namun demikian mengingat keterbatasan saya, saya hanya akan membahas yang penting bagi kita pada umumnya untuk mengetahuinya yaitu nomor 2 dan 8 saja. Lanjutkan membaca “Kekayaan yang Wajib Zakat dan Besar Zakatnya”

Kekayaan Yang Wajib Zakat

Pengertian Kekayaan
Quran tidak memberikan ketegasan tentang jenis kekayaan yang wajib zakat, dan syarat-syarat apa yang mesti dipenuhi, dan berapa besar yang harus dizakatkan. Persoalan tsb diserahkan kepada Sunnah Nabi.
Memang terdapat beberapa jenis kekayaan yang disebutkan Quran seperti: emas dan perak (9:34); tanaman dan buah-buahan (6:141); penghasilan dari usaha yang baik (2:267); dan barang tambang (2:267). Lanjutkan membaca “Kekayaan Yang Wajib Zakat”

Zakat Pada Periode Madinah

Berbeda dengan ayat-ayat Al Qur’an yang turun di Makkah, ayat-ayat yang turun di Madinah sudah menjelaskan bahwa zakat itu wajib dalam bentuk perintah yang tegas dan instruksi pelaksanaan yang jelas. Salah satu surat yang terakhir turun adalah surat At Taubah yang juga merupakan salah satu surat dalam Quran yang menumpahkan perhatian besar pada zakat. Lanjutkan membaca “Zakat Pada Periode Madinah”

Islam Dan Penanggulangan Kemiskinan

Perhatian Islam terhadap penanggulangan kemiskinan dan fakir miskin tidak dapat diperbandingkan dengan agama samawi dan aturan ciptaan manusia manapun, baik dari segi pengarahan maupun dari segi pengaturan dan penerapan. Semenjak fajarnya baru menyigsing di kota Mekkah, Islam sudah memperhatikan masalah sosial penanggulangan kemiskinan. Lanjutkan membaca “Islam Dan Penanggulangan Kemiskinan”

Surat Al-Lail

Surat Al-Lail
Bismillahirrahmanirrahiim
Sesunguhnya usaha kamu memang berbeda-beda
Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertaqwa
dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga)
maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah
Dan adapun orang)orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup,
serta mendustakan pahala yang terbaik
maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar
Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa

Surat ini merupakan surat-surat pertama Makiyyah, mengandung dua perumpamaan yang memberikan suatu isyarahkan sikap Islam terhadap harta dan orang kaya; dan menjelaskan pula contoh akhlaq yang diperintahkan Islam dan ang akan mendapatkan ridha Allah SWT. Lanjutkan membaca “Surat Al-Lail”