Thaharah (bersuci)

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طُهُورُ إنَاءِ أَحَدِكُمْ إذَا وَلَغَ فِيهِ الْكَلْبُ أَنْ يَغْسِلَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ أُولَاهُنَّ بِالتُّرَابِ أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ وَفِي لَفْظٍ لَهُ فَلْيُرِقْهُ وَلِلتِّرْمِذِيِّ أُخْرَاهُنَّ أَوْ أُولَاهُنَّ

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Sucinya tempat air seseorang diantara kamu jika dijilat anjing ialah dengan dicuci tujuh kali, yang pertamanya dicampur dengan debu tanah.” Dikeluarkan oleh Muslim. Dalam riwayat lain disebutkan: “Hendaklah ia membuang air itu.” Menurut riwayat Tirmidzi: “Yang terakhir atau yang pertama (dicampur dengan debu tanah)”.

Kosakata Hadits

Taushiyah DR. Arif dari dalam penjara

Bagian dari Taushiyah DR. Arif dari dalam penjara

Berikut adalah point-point taushiyah DR. Ahmad Arif; juru bicara Jama’ah Ikhwanul Muslimin dari dalam penjaranya.

Taushiyah ini disampaikannya kepada istrinya, agar sang istri menyampaikannya kepada semua orang yang tulus ikhlas untuk agama dan bangsanya:

1. Hendaklah kita selalu memperbaiki hubungan dengan Allah SWT (husnush-shilah billah), sebab pertolongan Allah SWT tidak turun berdasarkan tingkat kebejatan para pengkhianat Negara, akan tetapi pertolongan Allah SWT akan turun sesuai dengan tingkat respon orang-orang shalih dalam mentaati Allah SWT,
Lanjutkan membaca “Taushiyah DR. Arif dari dalam penjara”

Hukum Zakat Piutang

Sesuai dengan hasil majelis ikatan ulama fiqh Islam dalam konferensi II di Jeddah, Saudi Arabia, tanggal 10 – 16 Rabi’ul Akhir 1406H/22 – 28 Desember 1985 tentang “Zakat Piutang”, maka diputuskan sbb.:

Pertama, zakat piutang diwajibkan kepada pemilik modal (kreditur), setiap tahun sekali, jika debitur (peminjam/saudara yang kebetulan membutuhkan uang) mampu membayar hutangnya, dan kedua, zakat diwajibkan kepada kreditur setelah piutangnya mencapai haul sejak tanggal transaksi.

Lebih jelasnya, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz dalam Fatawa Az-Zakah menjelaskan piutang apabila mudah menagihnya, maka harus menzakatinya setiap kali genap setahun. Adapun jika orang yang berhutang sulit membayarnya dan tidak dapat mengambil piutang darinya, maka tidak wajib membayar zakatnya.

Jika sang pengutang adalah orang miskin yang tidak punya apa-apa sehingga ia tidak bisa melunasi hutangnya. Tentang ini, Allah menyuruh kita untuk memberikan toleransi kepadanya. Allah berfirman: “Maka, jika ia memiliki kesulitan, maka berilah ia tenggang waktu hingga ia bisa melunasimu.” Q.S. Al-Baqarah: 280. Dengan demikian, jika harta kita ada di tangan orang yang keadaannya seperti itu, maka sekali lagi tidak ada kewajiban membayat zakat

Penentuan 1 Ramadhan 1433 (tahun 2012)

1 Ramadhan 1433 (tahun 2012)
Bagaimana sebetulnya pemerintah atau suatu organisasi menentukan 1 ramadhan 2012 kali ini? baik ada baiknya menyimak tulisan saya dibawah ini dihimpun dari berbagai sumber

FAKTA  DAN DATA ASTRONOMI
Lihat di perhitungan US NAVAL , bulan baru ramadhan kotak berwarna merah, sedangkan bulan baru untuk syawal pakai kotak warna biru. itu waktu pakai Universal Time, sama dengan waktu greenwich. jadi kalau indonesia bagian barat + 7 jam. bulan baru ramadhan terjadi pada jam 4.24 UT atau 11.24 WIB. Jadi ijtimak(konjugsi) akhir Syaban 1433 Hijriah terjadi hari Kamis (19/7/2012) pukul 11.24 WIB.
Tinggi hilal saat maghrib 19 Juli 2012:
Pelabuhan Ratu 1 44’ 17”
Yogyakarta     1 38’ 40″
Jayapura       0 08’ 30”
Lanjutkan membaca “Penentuan 1 Ramadhan 1433 (tahun 2012)”

Putusan MK Merubah UU Perkawinan Lahirkan Kontroversi

Jakarta [24/2]: Mahkamah Konstitusi (MK) membuat keputusan revolusioner pada Jumat 12 Februari 2012. MK menyatakan pasal 43 ayat (1) UU No 1/1974 tentang Perkawinan, yang awalnya hanya berbunyi “anak yang dilahirkan di luar perkawinan mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya”, diubah dengan tambahan “serta dengan laki-laki sebagai ayahnya yang dapat dibuktikan berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi dan/atau alat bukti lain menurut hukum mempunyai hubungan darah, termasuk hubungan perdata dengan keluarga ayahnya”. Lanjutkan membaca “Putusan MK Merubah UU Perkawinan Lahirkan Kontroversi”

Undang-Undang Perkawinan RI No.1 Tahun 1974

Mengingat situasi di tanah air, angka perceraian semakin meningkat dari waktu ke waktu.  maka sangat dipandang perlu setiap pasangan memahami hak dan kewajibannya sebagai suami dan istri. Perceraian terjadi apabila kedua belah pihak baik suami maupun istri sudah sama-sama merasakan ketidakcocokan dalam menjalani rumah tangga. Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan tidak memberikan definisi mengenai perceraian secara khusus. Pasal 39 ayat (2) UU Perkawinan serta penjelasannya secara kelas menyatakan bahwa perceraian dapat dilakukan apabila sesuai dengan alasan-alasan yang telah ditentukan.  oleh karena itu, berikut ini ditampilkan teks asli Undang-undang Republik Indonesia tahun 1974 tentang perkawinan: Lanjutkan membaca “Undang-Undang Perkawinan RI No.1 Tahun 1974”

Rumusan Fatwa MUI, talak diluar pengadilan

TASIKMALAYA (Arrahmah.com) – Beberapa rumusan fatwa MUI sudah mulai disepakati dalam  sidang komisi masail fiqhiyah mu’ashirah (masalah fikih komtemporer). Di antara permasalahan fikih yang menjadi sorotan komisi tersebut adalah tentang hukum talak (perceraian) di luar pengadilan.

Wacana yang bergulir di dalam Ijtima kali ini mengenai talak adalah bagaimana hukum talak tanpa persetujuan Pengadilan Agama, apakah termasuk sah atau tidak sah. Mengingat persoalan tersebut  memiliki konsekuensi hukum jika sah atau tidak bila dilakukan di luar pengadilan. Lanjutkan membaca “Rumusan Fatwa MUI, talak diluar pengadilan”

Dana Deposito Di Bank Syariah : Wajibkah Dibayarkan Zakatnya Dua Kali?

Assalamu alaikum wr.wb
Ustadz, apakah jika uang (pokok) kami ditabung/diinvestasikan di Bank Syariah dalam bentuk deposito (mudharabah) juga wajib dibayarkan zakat maalnya? Yang saya pernah pelajari, karena sifat deposito syariah adalah produktif, khususnya yang berjangka waktu panjang (satu tahun) diqiaskan sama dengan kita berinvestasi untuk usaha semisal perdagangan atau pertanian, maka modalnya (yang bergerak) tidak termasuk dalam hitungan zakat, kecuali keuntungan dari hasil usaha itu. Apakah benar? Jazakumullah khairon katsiro.
Wassalamu’alaikum wr.wb.
H. Nana Sudiana, SE
Jl. Wadas I/7, Kav. BNI Jatiwaringin,
Pondokgede, 17411.

Lanjutkan membaca “Dana Deposito Di Bank Syariah : Wajibkah Dibayarkan Zakatnya Dua Kali?”

Hukum Talak Dalam Keadaan Marah

tanya: Suami sudah menjatuhkan talak kepada sy, ketika dia sedang dalam keadaan marah besar karena sesuatu hal. Dalam keadaan normal, suami sangat penyayang, namun suami saya menjadi sangat tidak terkendali jika dalam keadaan marah. saya yakin dia tidak sungguh-sungguh mengucapkan talak kepada saya. bagaimana hukumnya? apakah talak yang diucapkan suami benar-benar telah terjadi talak?

jawab: Menurut Wahbah Zuhaili marah (ghadhab) ada dua. Pertama, marah biasa yang tak sampai menghilangkan kesadaran atau akal, sehingga orang masih menyadari ucapan atau tindakannya. Kedua, marah yang sangat yang menghilangkan kesadaran atau akal, sehingga seseorang tak menyadari lagi ucapan atau tindakannya, atau marah sedemikian rupa sehingga orang mengalami kekacauan dalam ucapan dan tindakannya. (Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, 9/343). Lanjutkan membaca “Hukum Talak Dalam Keadaan Marah”