In Egypt, use ballots not bullets

Robinson: In Egypt, use ballots not bullets.
EUGENE ROBINSON, Published 10:38 pm, Sunday, August 18, 2013

There may be little the United States can do to end the savage bloodletting in Egypt, but at least our nation can be loyal to its ideals by bearing witness and telling the truth. In this, President Barack Obama
 has failed.
A day after Egypt’s military-backed “interim” government slaughtered hundreds of protesters and assumed sweeping emergency powers, Obama still could not bring himself to call what is happening a coup d’etat. He described it as an “intervention.” In Cairo, meanwhile, authorities were still counting the bodies of those slain in Wednesday’s massacre. 
As of this writing, the government has acknowledged more than 600 dead. TheMuslim Brotherhood
, whose protest encampments were targeted in the crackdown, claims that victims number more than 2,000. There was no estimate of how many Brotherhood activists throughout Egypt have been rounded up
Baca lebih lanjut

Iklan

Standar Ganda Obama Terhadap Kudeta Mursi

Kritik Media Barat thd militer mesir dan pemrnth AS . “Bagaimana mungkin John Kerry mengatakan apa yg dilakukan militer Mesir utk merestorasi demokrasi dg merampas kekuasaan dan mencampakkan presiden terpilih ke penjara?. Presiden yg dipilih lewat pemilu hanya boleh dilengserkan melalui mekanisme demokratis yang damai, yaitu dengan surat suara (ballot) bukan dengan peluru (bullet). Bagaimana AS bisa mengklaim berdiri tegak dg demokrasi tp mengesampingkan hal2 spt ini?–Robinson dlm tulisan “In Egypt, Use Ballot, Not Bullet”

Baca lebih lanjut

Orasi Ust. Hilmi Aminuddin Dalam Aksi Solidaritas Mesi

Orasi Ust. Hilmi Aminuddin
(Dalam Aksi Solidaritas utk Mesir di
Lapangan Gasibu Bandung, 16/8/2013)

Kita tidak meratapi para syuhada di Mesir, karena mati syahid menjadi doa kita sehari-hari “allohumma
amitna ‘alasyahadti fii sabiilik” dan menjadi cita-cita
tertinggi kita “ almautu fii sabiilillahi asmaa amaaniina”, mereka telah memenuhi janjinya dan sudah mencapai cita-cita tertinggi dalam hidupnya.
Yang kita ratapi kebiadaban bangsa Mesir terhadap
saudaranya sendiri, padahal mesir adalah negara berpenduduk mayoritas Muslim Ummat Islam hanya ingin ikut serta dalam Demokrasi.
Baca lebih lanjut

DR. Muhammad Badi’; Mursyid IM Ditangkap

Televisi Mesir, pada awal dinihari Selasa 20 Agustus 2013 mengumumkan bahwa DR. Muhammad Badi’; mursyid Ikhwanul Muslimin ditangkap. Beliau ditangkap di apatemen no. 84 jalan Ath-Thairan di Nasr City di kawasan Rabi’ah Adawiyah bagian timur Kairo. Bersama beliau ada seorang pimpinan IM.

Menurut sumber kementerian dalam negeri Mesir, beliau bersama rekannya sedang dalam perjalanan menuju penjara Al-‘Aqrab di Turroh.
Baca lebih lanjut

Ulama Mesir Dukung Program PKK

al-ikhwan.net – Cairo,  Para Ulama Mesir menegaskan bahwa program-program Partai Kebebasan dan Keadilan (PKK) sejalan dengan keinginan Ulama Mesir, bangsa Arab bahkan dunia Islam, yaitu partai ini menghendaki agar Al-Azhar Asy-Syarif kembali memerankan kepemimpinan dan independensinya sesuai dengan prinsip-prinsip syariat Islam dan menghindari dari cengkraman penguasa dan politik kotor.

Para ulama itu menghimbau semua aktivis, pemikir dan ulama untuk mendukung program-program partai ini dalam upayanya mengembalikan peran kepemimpinan Al-Azhar di dunia internasional. Para ulama menegaskan bahwa Mesir pasca reformasi 25 Januari wajib kembali untuk memimpin dunia Arab dan Dunia Islam, siapa saja yang abai dalam hal ini berarti ia mundur ke belakang dan akan menanggung hisab di hadapan Allah swt. Baca lebih lanjut

Muhammad Asad – Yahudi yang memeluk Islam

ba_01_big.jpg“IA adalah tentang cinta dan cinta lahir daripada banyak perkara; daripada rasa keinginan dan kesunyian diri, daripada harapan menggunung dan kelemahan, daripada kekuatan dan kekurangan diri. Itulah yang berlaku kepada saya. Islam datang kepada saya umpama mereka yang menceroboh masuk ke rumah pada waktu malam tetapi agama Islam berbeza, ia masuk ke dalam rumah dan menetap secara baik,” itulah perumpamaan Weiss bagi menggambarkan kehadiran Islam dalam dirinya.

Muhammad Asad dilahirkan pada Julai 1900 di bandar Lvov (Jerman Lemberg) yang kini dikenali sebagai Poland. Beliau yang berketurunan daripada ketua agama bangsa Yahudi, yang terputus apabila bapanya menjadi seorang peguam yang berhak untuk berucap dan berdebat di Mahkamah Tinggi. Baca lebih lanjut