Kisah Dosen UIN Mem-booking 8 PSK dalam Satu Kamar 

Seorang Dosen UIN SGD Bandung masuk ke tempat pelacuran di daerah Bekasi dan mem-booking 8 PSK sekaligus, lalu diboyong ke satu kamar. Sekuriti berbadan besar oknum TNI menguntitnya. Menyewa 8 orang sekaligus tentu tidak wajar dan mencurigakan. “Dia punya kekuatan seks seperti apa?” Pikirnya. Tahu ada yang menguntit, sang dosen merasa terganggu, terjadilah adu mulut sampai si TNI itu tak berkutik.

Argumen sang dosen kuat, karena toh sudah di-booking adalah hak dia untuk melakukan apa saja dengan 8 perempuan itu dalam kamar. Sang dosen bertanya, “Sebagai apa kamu disini?” “Saya keamanan Pak!” Mendengar jawaban itu, sontak sang dosen marah: “Keamanan apanya ..?? Pekerjaan kamu disini bukan mengamankan tapi membuat mereka menderita. Kamu menjerumuskan dan mencelakakan mereka semua di dunia dan di akhirat. Keamanan apanya?” Sang centeng tak berkutik. Lanjutkan membaca “Kisah Dosen UIN Mem-booking 8 PSK dalam Satu Kamar “

Jika Ulama Melakukan Kesalahan

Lha Kiaine Wahe Salah..kok
Saat seorang ulama’ atau ustadz melakukan suatu kesalahan, meskipun hanya melakukan perbuatan yang khilaful aula (tidak selayaknya), sering sekali masyarakat mensikapinya secara berlebihan, yaitu, tidak mau lagi belajar dan mengambil ilmu dari ulama’ tersebut.
Sikap ini, di satu sisi, bisa menjadi ibrah bagi ulama’ dan ustadz lainnya, agar berhati-hati, namun, di sisi lain, perlu dimunculkan pertanyaan: “siapa sih yang ma’shum selain nabi Muhammad SAW?”.
Lanjutkan membaca “Jika Ulama Melakukan Kesalahan”

Masalah Kibr dan Ujub

وَلِلْكِبْرِ أَسْبَابٌ، فَمِنْ أَقْوَى أَسْبَابِهِ عُلُوُّ الْيَدِ وَنُفُوْذُ الْأَمْرِوَقِلَّةُ مُخَالَطَةِ الْأَكْفَاءِ

Kibr memiliki beberapa sebab, di antaranya yang paling kuat adalah:
•    Ketinggian tangan (banyak jasa),
•    Perintah atau urusan yang terlaksana dan
•    Sedikit gaul dengan sebaya

Lanjutkan membaca “Masalah Kibr dan Ujub”

Syarat-syarat Istighfar

Syarat-syarat Istighfar dan Etika-etikanya

Dr.Yusuf Qardhawi

Istighfar yang diterima oleh Allah SWT harus memenuhi syarat-syarat dan etikanya; yaitu, antara lain:

1. Syarat yang pertama adalah: niat yang benar dan ikhlas semata ditujukan kepada Allah SWT. Karena Allah SWT tidak menerima amal perbuatan manusia kecuali jika amal itu dilakukan dengan ikhlas semata untuk-Nya. Allah SWT berfirman:

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus” [QS. Al Bayyinah: 5]. Lanjutkan membaca “Syarat-syarat Istighfar”

Istighfar Sambil Terus Berbuat Dosa

Apakah Istighfar Bermanfaat Jika Dilakukan Sambil Terus Berbuat Dosa?

Dr.Yusuf Qardhawi

Di antara pertanyaan yang timbul dalam topik ini adalah: “apakah istighfar bermanfaat bagi orang yang melakukannya, jika ia tetap menjalankan dosa, yang besar maupun kecil?

Para ahli suluk berbeda pendapat dalam masalah ini: Di antara mereka ada yang berpendapat: istighfar itu akan bermanfaat baginya secara mutlak, meskipun ia tidak mempunyai tekad untuk bertaubat. Lanjutkan membaca “Istighfar Sambil Terus Berbuat Dosa”

Taubat

Manusia adalah hamba yang tidak luput dari kesalahan, baik terhadap Allah maupun kepada sesama manusia. Untuk menghapus kesalahannya dan mendapatkan ridha Allah subhanahu wa ta’ala, dia harus bertaubat.

Taubat secara bahasa berasal dari kata (تاب يتوب) yang berarti (رجع) “kembali”. Dan secara bahasa arti taubat adalah, “Kembali dari perbuatan maksiat kepada Allah, kembali kepada ketaatan kepada-Nya”. Lanjutkan membaca “Taubat”

Mensikapi Perbedaan

Perbedaan dalam masalah ijtihadiyyah diakui dalam syari’ah samawiyah (agama samawiy) terdahulu seperti yang terjadi antara Nabi Sulaiman dan Nabi Dawud dalam masalah tanaman yang dimakan kambing seperti yang diceritakan pada surah Al Anbiya/21:78 dst. Pada kasus ini Nabi Dawud memutuskan bahwa pemilik kambing harus membayar ganti rugi sebesar nilai kerusakan, dan ternyata harga kambing senilai kerusakan. Maka kambing itu diserahkan kepada pemilik kebun. Lanjutkan membaca “Mensikapi Perbedaan”

Berbeda Pendapat Dalam Islam

PESAN PERSATUAN
Allah SWT menyerukan umat manusia untuk bersatu dan tidak berbeda-beda dalam beragama, berpadu dan tidak berselisih faham dalam menegakkan syari’ah-Nya (QS. 3:102-103). Allah SWT memperingatkan umat Islam agar tidak terjebak dalam perselisihan beragama seperti yang pernah terjadi pada umat sebelumnya. (QS. 3:105) Lanjutkan membaca “Berbeda Pendapat Dalam Islam”

Membina Hubungan Dengan Orang Lain

Muqaddimah

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (الحج:77)

“Hai orang-orang yang beriman ruku’lah, sujudlah dan sembahlah Rabbmu serta perbuatlah kebajikan-kebajikan agar kalian memperoleh keberuntungan / kemenangan”. (QS. Al-Hajj:77)

Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al-Hajj ayat 77 di atas mengisyaratkan bahwa untuk meraih keberuntungan di dunia dan akhirat dibutuhkan usaha terpadu berupa kegiatan ‘ubudiyah atau hablumminallah dan kegiatan memproduksi kebajikan atau hablumminannaas. Lanjutkan membaca “Membina Hubungan Dengan Orang Lain”