Iman Dan Kepedulian Sosial

Kita sedang menghadapi kefahaman yang melemahkan agama yang agung ini. kefahaman yang hanya menumpukan penghayatan Islam kepada persoalan ibadah ritual pribadi semata-mata, tanpa atau kurang memperdulikan tentang persoalan pembangunan dan persoalan umat ini. Bagi kefahaman ini, seakan di akhirat kelak Allah hanya mempersoalkan tentang urusan ibadah peribadi saja. Adapun persoalan dunia, kehidupan sosial, kesejahteraan, kemanusiaan  atau hubungan seseorang dengan saudara muslim atau manusia lain seakan tidak termasuk dalam perkara yang akan dihisab dan dihitung balasannya oleh Allah di akhirat kelak.
Sayyid Qutb memberikan komentar pada surat Al-Maun Dan kepada siapa yang mendengar akan menunggu-nunggu untuk melihat siapakah yang diarahkan dengan ayat itu.  Tiba-tiba jawabannya cukup mengejutkan, yaitu “.. itulah orang yang menindas anak yatim dan tidak menuruh orang lain memberi makanan kepada orang miskin”. 

“Mungkin jawaban ini lebih memeranjatkan lagi apabila dibandingkan dengan ta`rif keimanan yang biasa, tetapi jawaban itu sebenarnya merupakan intisari hakikat keimanan, yaitu orang yang mendustakan agama ialah orang yang menindas anak-anak yatim dan tidak menggalakkan orang lain memberi makanan kepada orang miskin.  Jika benar dia mempunyai agama dan juga hakikat keimananitu telah menetap di hatinya, tentulah dia tidak akan menindas anak-anak yatim dan tentulah dia tidak akan berdiam diri tidak menggalakkan orang lain memberimakanan kepada orang miskin.

“Hakikat mempercayai agama, bukannya kata-kata yang dituturkan lisan, tetapi ialah satu perubahan dalam hati yang mendorong seseorang membuat kebaikan dan berbakti kepada saudara sesama manusia yang memerlukan pemeliharaan dan naungan .  Allah tidak menghendaki kata-kata dari manusia, tetapi Allah menghendaki dari mereka tindakan-tindakan yang merealisasikan kata-kata mereka. Tanpa tindakan, kata-kata itu kosong saja, tidak mempunyai nilai di sisi Allah”.

Allah swt menyebut orang yg tdk mau peduli terhadap nasib orang2 lemah seperti anak-anak yatim, walau dgn usaha dan upaya paling ringan sekalipun yaitu “mengajak” orang lain agar peduli,  sebagai pendusta agama.
Imannya bernilai kosong, ibadahnya bernilai main-main.

Abdullah bin al-Mubarak ialah seorang tokoh ilmuan besar yang menjadi rujukan umat dalam memahami al-Kitab dan al-Sunnah. Kefahaman dan penghayatannya tiada tolok bandingnya. Pada tahun 177H beliau menulis surat kepada sahabatnya yang juga merupa tokoh ulama iaitu al-Fudail bin ‘Iyad yang kuat beribadah di Makah dan Madinah sehingga seakan melupakan perjuangan jihad membela kekuasan dan pemerintahan Islam ketika itu. Dalam surat tersebut beliau menulis syair yang mendalam ertinya. Antara yang beliau sebut dalam syairnya itu:

Wahai ahli ibadah di Dua Tanah Haram, jika engkau melihat kami,
niscaya engkau mengetahui sesungguhnya engkau hanyalah bermain-main dalam ibadah,
siapa yang mencelup lehernya dengan airmata (kerana khusyuk beribadah)
sesungguhnya lihatlah kami bercelupan dengan darah,
siapa yang melelahkan kudanya di jalan kebatilan (sia-sia),
sesungguhnya kuda-kuda kami kelelahan di medan peperangan.
(lihat: al-Zahabi, Siyar A’lam al-Nubala, 8/412, Beirut: Muassasah al-Risalah).

Shalat kita, shaum kita dan seluruh ibadah kita niscaya akan bernilai main-main jika kita mengetahui apa yang terjadi dengan saudara kita, umat muslim di Mesir yang sedang ditindas dan ratusan dibunuh secara kejam oleh militer Mesir, merampas hak kemerdekaan politik mereka untuk mengatur sendiri kehidupan bernegara secara demokratis.. Dgn Legitimasi dari rakyat.
Sementara kita berdiam diri…tanpa berbuat apapun.. Tak merasa terusik dan terganggu..

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s