DR. Muhammad Badi’; Mursyid IM Ditangkap

Televisi Mesir, pada awal dinihari Selasa 20 Agustus 2013 mengumumkan bahwa DR. Muhammad Badi’; mursyid Ikhwanul Muslimin ditangkap. Beliau ditangkap di apatemen no. 84 jalan Ath-Thairan di Nasr City di kawasan Rabi’ah Adawiyah bagian timur Kairo. Bersama beliau ada seorang pimpinan IM.

Menurut sumber kementerian dalam negeri Mesir, beliau bersama rekannya sedang dalam perjalanan menuju penjara Al-‘Aqrab di Turroh.

DR. Ahmad Arif, juru bicara resmi IM memberikan komentar atas penangkapan ini sebagai berikut:

“Kami kembali dan mengulangi lagi apa yang pernah kami siarkan pada 12 Agustus 2013 yang lalu bahwa: DR. Muhammad Badi’ hanyalah satu dari sekian banyak anggota IM, dan IM adalah satu anggota dari koalisi kebangsaan untuk menyokong legalitas, di mana koalisi ini ada di jantung rakyat Mesir yang tetap bertahan di lapangan-lapangan dalam jumlah jutaan pada siang dan malam, dan seseorang, siapapun dia, tidak memiliki kemampuan untuk surut seujung rambutpun dari hak-hak rakyat Mesir yang menginginkan kehidupan yang aman, tenteram, jauh dari para pengkhianat dan perusak dari gang pengkudeta 3 Juli 2013.

Dalam account FB-nya Arif menulis:

“Ketahuilah bahwa satu tetesan darah dari seorang yang bernama Halah Abu Syu’aisyi’, atau Ahmad ‘Ashim, atau ‘Isa ‘Isham, atau yang lainnya dalam jumlah ratusan (bahkan, ribuan) syuhada’ selama satu bulan berlangsungnya kudeta berdarah dan penuh pengkhianatan ini senilai dengan seluruh jerih payah dan kiprah seluruh yang masih hidup, termasuk di dalamnya Presiden legal DR. Muhammad Mursi”.

“Kami ulangi lagi bahwa permasalahannya bukanlah politik atau partai, akan tetapi, ini adalah masalah kebangsaan yang jauh dari adanya sekelompok orang yang berfikir, atau mendalangi atau merencanakan, yang bukan saja semenjak 30 Juni, namun semenjak 25 Januari 2011, di mana presiden Mubarak saat itu telah menugaskan dewan militer untuk mengelola negara dan pada saat itu telah ditetap daftar nama untuk dibantai dan semenjak mulai dilaksanakannya pembunuhan itu untuk pertama kalinya oleh para sniper pada 11 Februari 2011”.

Secara simpel bisa kami katakan: “biidznillah..tidak mungkin revolusi mati!!!”.

Sumber:

http://www.ikhwanonline.comArticle.aspx?ArtID=160371&SecID=210dan sumber lainnya

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s