Menyuap untuk Mendapatkan Hak

Pertanyaan         :

Saya bekerja seorang pedagang, dimana pekerjaan tersebut tidak dapat berjalan kecuali dengan suap. Saya yang mengelola perputaran uang dan mengawasi jalannya pekerjaan. Saya lakukan itu untuk mendapatkan upah darinya.

Jawaban              :

Hendaklah Anda ketahui bahwa suap yang diharamkan adalah suap yang dipergunakan oleh seseorang untuk mengarah kepada kebathilan, seperti menyuap hakim untuk menjatuhkan keputusan secara bathil atau menyuap pegawai untuk diperlancar sebuah urusan yang dilarang oleh negara, atau lain sebagainya. Inilah suap yang diharamkan.

Adapun suap yang digunakan seseorang untuk mendapatkan haknya, seperti suatu hak yang tidak dapat diperoleh kecuali harus dengan memberi sejumlah uang, maka perbuatan ini haram bagi yang menerima dan tidak haram bagi yang memberinya. Sebab si pemberi, ia memberi karena ingin mendapatkan haknya. Namun orang yang menerima berdosa karena ia telah mengambil sesuatu yang bukan haknya.

Pada kesempatan kali ini, saya memperingatkan untuk menjauhi perbuatan yang hina ini, di haramkan oleh syari’at serta tidak dapat diterima oleh akal. Sebagian orang-kami memohon kepada Allah untuk memberikan hidayah kepada mereka -tidak mau menunaikan kewajiban mereka berkaitan dengan hak-hak manusia yang telah menjalankan urusan-urusan mereka, kecuali dengan cara memberikan sejumlah harta terlebih dulu kepada mereka. Ini adalah perbuatan yang diharamkan, berkhianat kepada negara amanah, memakan harta dengan bathil, serta menzhalimi saudara saudaranya. Maka hendaklah mereka takut kepada Allah SWT dan menunaikan amanah yang telah dibebankan kepada mereka.

Adapun bekerja pada pedagang di atas yang melakukan perbuatan suap, maka hal tersebut terbangun atas dasar hal-hal yang telah disebutkan si atas. Bekerja pada orang tersebut adalah haram. Sebab, bekerja pada seseorang yang melakukan perbuatan haram termasuk menolongnya untuk melakukan hal yang haram. Sedangkan menolong kepada perbuatan dengan perilaku dalam dosanya.

Hendaklah Anda tunggu, apabila orang tadi mengeluarkan sejumlah hartanya untuk mendapatkan haknya, maka dalam kondisi seperti ini Anda tidak berdosa dan tidak mengapa Anda tetap bekerja padanya.

  [Bin Utsaimin]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s