Bolehkan Seorang Muslim Menjadi Pekerja Kafir?

Para ulama fiqih bersepakat membolehkan seorang mukmin menjadi pekerja seorang kafir dzimmi untuk melakukan berbagai pekerjaan yang boleh dilakukan olehnya, seperti menjahit, mendi-rikan bangunan, membajak sawah dan sejenisnya.

Akan tetapi yang perlu dipertanyakan di sini adalah: Apa hukumnya kalau pekerjaan yang akan dilakukan oleh si muslim tadi adalah pekerjaan yang diharamkan oleh syariat? Jawabannya adalah apabila pekerjaan yang sudah disepakati itu tidak boleh dilakukan oleh seorang muslim seperti memeras anggur untuk dijadikan minuman keras, menggembala babi dan sejenisnya, maka tidak boleh. Penyewaan dirinya juga dianggap batal. Namun kalau ia sudah melakukan pekerjaan tersebut, ia bisa mengambil upahnya dari orang kafir itu dan disedekahkan. Ia tidak boleh mengambil upah itu untuk dirinya sendiri, karena itu adalah hasil usaha yang kotor, berasal dari transaksi yang haram. Tetapi juga jangan dikembalikan kepada si kafir, sehingga memberikan dua keuntungan kepadanya. Ada satu kaidah menunjukkan bahwa uang haram itu tidak harus dikembalikan tetapi juga tidak baik dan tidak halal dimakan.

Kalangan Ahli Fiqih Hambaliyah menetapkan syarat lain dibolehkannya seorang muslim disewa untuk bekerja pada orang kafir, yakni bahwa pekerjaan yang dia lakukan tidak bersifat hina dan rendah bagi si muslim. Kalau pekerjaan itu bersifat demikian, perjanjian tersebut tidak sah menurut salah dari dua pendapat ulama yang ada. Seperti pekerjaan sebagai pelayan pribadi, misal-nya bekerja menghidangkan makanan untuk orang kafir tersebut, untuk berdiri di depannya sebagai pengawal dan sejenisnya, pokoknya segala bentuk pekerjaan hina karena berarti menyekap seorang muslim pada orang kafir untuk dihinakan sebagai pelayan. Itu tidak dibolehkan. Inilah salah satu pendapat dalam madzhab Syafi’iyah.

Sementara kalangan Hanafiyah membenarkan perjanjian itu meskipun mereka menganggapnya makruh. Mereka beralasan tentang dimakruhkannya perjanjian itu, dengan alasan yang sama yang dikemukakan oleh golongan sebelumnya, karena bekerja pada mereka berarti menghinakan diri dan menjadi pelayan mere-ka. Seorang muslim tidak boleh merendahkan dirinya, terutama dengan menjadi pelayan orang kafir.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s