Masalah Kibr dan Ujub

وَلِلْكِبْرِ أَسْبَابٌ، فَمِنْ أَقْوَى أَسْبَابِهِ عُلُوُّ الْيَدِ وَنُفُوْذُ الْأَمْرِوَقِلَّةُ مُخَالَطَةِ الْأَكْفَاءِ

Kibr memiliki beberapa sebab, di antaranya yang paling kuat adalah:
•    Ketinggian tangan (banyak jasa),
•    Perintah atau urusan yang terlaksana dan
•    Sedikit gaul dengan sebaya

َلِلْإِعْجَابِ أَسْبَابٌ، فَمِنْ أَقْوَى أَسْبَابِهِ كَثْرَةُ مَدِيْحِ الْمُقَرَّبِيْنَ وَإِطْرَاءُ الْمُتَمَلِّقِيْنَ اَلَّذِيْنَ اِسْتَبْضَعُوْا الْكَذِبَ وَالنِّفَاقَ وَاسْتَصْحَبُوْا الْمَكْرَ وَالْخِدَاعَ، فَإِذَا وَجَدُوْا لِنِفَاقِهِمْ سُوْقًا، وَلِكَذِبِهِمْ تَصْدِيْقًا جَعَلُوْهُ فِيْ ذِمَمِ النَّوْكَى، فَاعْتَاضُوْا بِهِ رُتَبًا، وَعَوَّضُوْا مِنْهُ نُشْبًا، وَحَسَبُوْهُ زَيْنًا فَصَارَ شَيْنًا، وَحُكْمُ الْمَمْدُوْحِ بِكَذْبِ قَوْلِهِمْ عَلَى صِدْقِ عِلْمِهِ، وَجَعَلَ لَهُمْ طَرِيْقًا إِلَى الِاسْتِهْزَاءِ بِه

Ujub mempunyai beberapa sebab, diantaranya yang paling kuat adalah:
•    Banyaknya pujian dari orang-orang dekat
•    Sanjungan berlebihan dari para pencari muka, yang telah memperdagangkan kebohongan dan kemunafikan serta bersahabat dengan makar dan tindakan mengecoh.
Maka, jika mereka mendapati pasar bagi kemunafikannya (jika kemunafikannya laku) dan kebohongannya dibenarkan, maka mereka menjadikannya sebagai jaminan orang-orang bodoh, lalu mereka mem-barter-nya dengan kedudukan-kedudukan, menukarnya dengan harta dan kekayaan, mereka mengira hal itu adalah kebaikan, padahal sebenarnya adalah keburukan, dan hukum orang yang dipuji adalah dengan mendustakan ucapan mereka, hal ini didasarkan pada kebenaran pengetahuan atas diri sendiri, dan menjadikan untuk mereka jalan untuk menghina dengannya.

وَمِنْ أَجْلِ ذَلِكَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:”اُحْثُوْا فِي وُجُوْهِ الْمَدَّاحِيْنَ التُّرَابَ
وَقِيْلَ لِأَنُوْشَرْوَانَ: لِمَ تَتَهَاوَنُوْنَ بِالْمَدْحِ إِذَا مُدِحْتُمْ؟! قَالَ لِأَنَّنَا رَأَيْنَا مَمْدُوْحًا هُوَ بِالذَّمِّ أَحَقُّ

karena inilah Rasulullah SAW bersabda: “tebarkanlah debu ke wajah para tukang memuji”.
Ditanyakan kepada Anusyarwan (seorang Kisra Persia): Kenapa engkau menganggap remeh pujian saat engkau dipuji?! Ia mejawab: Sebab kami melihat seorang yang dipuji, padahal ia lebih berhak dicela

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s