Waspada Belenggu Hutang

Hutang tidak akan membuat seseorang menjadi kaya. Bahkan dalam Islam, rasulullah mengajarkan kita untuk berlindung pada Allah dari hutang yang membelenggu, sehingga hidup kita didominasi dan dikuasai orang, person atau lembaga donor. ” min ghalabatid daini wa qahrir rijaal”. Hutang dalam terminlogi Islam tidak dimaksudkan untuk muamalah dan tanmyatul amwaal (pengembangan kekayaan), tetapi sebagai pintu darurat dan dalam keadaan terpaksa. Betapa dengan budaya ”kredit”, “soft loan”, kartu kredit, bagaimana budaya ”berhutang” di negri-negri muslim menjadi life style (gaya hidup). Racun pemikiran ekonomi ribawi, seolah-olah menanamkan pada benak masyarakat muslim bahwa kita tidak bisa hidup tanpa hutang. Hancurnya negri ini dalam krisis berkepanjangan adalah karena Hutang, racun ”bantuan” yang dikucurkan oleh IFM.
Mengutip Robert T.Kiyosaki, Rich dad’s Cashflow Quadrant, “The more people you are indebted to the poorer you are”, Semakin banyak anda berhutang pada orang-orang, semakin miskin diri anda”. Orang yang banyak hutang dengan label ”kredit”, rumah, mobil, peralatan rumah dan semua asset-nya berasal dari cicilan bulanan yang harus ditanggung, masih berjalan hakikatnya adalah orang susah dan sulit. Sungguh sangat ironis, penghasilan 10-15jt/bulan akan tetapi masih merasa kurang karena cicilan bulanannya (rumah, mobil, motor, laptop, asuransi) kurang lebih sebesar penerimaannya tiap bulan. Aksiomatik, suatu prinsip dalam Islam, hutang harus diperangi dan dihindarkan, kecuali darurat misalnya untuk makan dan kesehatan yang tidak bsa ditunda.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s