Mengakhiri Nikah Bawah Tangan

Pertanyaan:
Ass. wr. wb.

Ustadz, teman saya pernah menikah di bawah tangan dengan perantara wali hakim (tanpa sepengetahuan kedua orangtua kedua belah pihak, ayah si wanita masih hidup & tinggal serumah dg si anak). Karena suatu sebab, teman saya itu meninggalkan istrinya begitu saja. Keduanya tidak tinggal serumah, kedua keluarga melihat mereka tetap layaknya orang berpacaran. Sang suami tidak berniat melanjutkan pernikahannya, pernikahan tsb menurut yang menikahkan dan wali hakim adalah syah, meski tidak diketahui wali nikah pihak wanita (dlm hal ini ayah). Sang suami ingin mengakhirkan pernikahan tsb dengan cara baik2, tapi tidak men-talaknya. setelah beberapa waktu berpisah, si istri kembali mulai menghubungi suaminya tapi tidak ditanggapi sama sekali.

menurut Islam, dalam hal pernikahan di bawah tangan ini tidak ada bukti2 resminya, dan untuk mengakhiri pernikahan tsb apakah tetap si suami harus men-talak istrinya, atau dengan meninggalkannya begitu saja sudah cukup (dalam arti pernikahan sudah putus). Lalu untuk men-talak apakah cukup dengan mengucapkan kalimat talak saja langsung kepada istri, atau perlu bukti tertulis juga yang diketahui orang yang menikahkan dan kedua saksi saat pernikahan berlangsung? Kalau semua pihak yang hadir saat itu sudah sulit ditemukan, apakah talak langsung cukup?

Saya sangat mohon penjelasannya, karena susah sekali mendapatkan jawaban dari sini. Mohon penjelasannya untuk teman saya yang sedang sangat sangat bingung, tapi saya sendiri tidaklah paham. terima kasih.

wass. wr. wb

Donie

Jawaban:

Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh
Alhamdulillah, Washshalatu wassalamu `ala Rasulillah, wa ba�d.

Kami sudah seringkali menyampaikan dengan sejelas-jelasnya tentang tidak syahnya nikah tanpa wali. Semua dalil sudah kami kemukakan. Anda bisa mencari kajian tentang nikah tanpa wali dengan melakukan pencarian pada search engine di situs ini dengan kata kunci tanpa wali, atau nikah siri dan lainnya.

Maka inti jawabannya adalah bahwa nikah itu tidak pernah terjadi. Sebab hukum nikah seperti itu batil, batil dan batil. Orang yang menghalalkan nikah tanpa wali harus bertanggung jawab di depan Allah SWT karena telah berani memberi fatwa yang tidak punya kekuatan dalil. Hampir semua dalil telah menunjukkan keharusan adanya wali yang benar yaitu ayah kandung.

Maka kasihan sekali para wanita yang telah dibohongi oleh orang-orang yang tidak bertanggung-jawab. Oleh karena keawaman mereka akhirnya mereka harus menanggung beban hidup yang tak terperikan. Selain hilang keperawanan, juga menanggung malu serta tidak punya masa depan. Masih untung kalau tidak sampai punya anak, namun tetap saja yang paling dirugikan adalah wanita itu. Sebab baik secara syariat maupun secara administrasi negara, posisinya sama sekali bukan istri siapapun. Sebab yang mereka lakukan tidak lain adalah zina. Zina yang dihalalkan oleh sebuah fatwa menyesatkan.

Apalagi sekarang laki-laki yang menzinainya pun ingin meninggalkannya. Dia bebas melenggang tanpa beban. Sebab mereka sama sekali bukan suami istri, baik secara syar`i maupun hukum negara. Tidak ada ikatan hukum apapun antara mereka berdua. Tinggallah si wanita merenungi nasibnya, akibat ketidak-mengertiannya dan adanya fatwa sesat tentang nikah tanpa wali.

Semoga Allah SWT memberi hidayah kepada siapa saja yang masih belum mengerti syariat-Nya agar tidak menjadi penyesat bagi manusia.

Sumber: http://www.syariahonline.com/new_index.php/id/5/cn/9435

3 respons untuk ‘Mengakhiri Nikah Bawah Tangan

  1. Ass.. Wr. Wb

    ustad saya mau bertanya, sodara saya permpuan dia menikah di bawh tangan dengan suami nya, di saksikan oleh wali syah dan saksi” lain nya trmasuk ulama. Serta dia mndapatkan surat 1 lembar yg mnyatakan kalau mereka sudah syah menikah dn sekarg sudh menghsilkan ank serta lg mengndung. Yg saya prtnyakan bila si suami mengucap kata pisah melalui sms apa itu sudh bisa di bilang talak,atau ceri? dn kemudian hari dia minta si istri balik lagi utuk jdi istri nya apakah masih syah atau tidak? Sedgkan pihak si wali dri pihak permpuan sudh tidk mnyetujui nya karna si suami sudah menigalkan istri dn anak” nya.. Serta menurut beliau kalu mereka tnda nya sudh bercerai..jika si istri ingin mempertahankan nya apa kah masih bisa atau tidak ya..?? Karna si suami juga meminta balikan lg krna si istri lagi dalam keadaan mengndung.. Tolong kasih pnjelasan nya.. Trimaksaih

  2. Ass wr wb,pa ustad saya mau tanya,saya prnh menikah secara agama,namun akhirnya saya digugat cerai suami saya dan keluarlah akta cerai saya,lalu kami rujuk kembali tapi dengan cara menikah siri,,tp skrg saya ingin bercerai dgn suami saya karna alasan sudah tdk ada kecocokan dan tdk dapat saya pertahankan,namun suami tidak menerima permintaan perceraian saya,bagaimana solusinya??

    1. Maaf salah,nikah yg pertama nikah agama,tp kami bercerai lalu punya akta cerai,namun kami rujuk kembali dan menikah siri..tp saya ingin bercerai lagi,,apa harus ada kata talak dari suami atau ada cara lain utk mengesahkan perceraian kami??

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s