Talak Tiga dalam Satu Kesempatan

Ustadz Quraish Shihab Yth,
Assalamu Alaikum Wr Wb

Dalam pertengkaran dengan istri, saya pernah berucap, ”Saya ceraikan kamu talak satu, saya ceraikan kamu talak dua, saya ceraikan kamu talak tiga.” Tapi, bersamaan dengan waktu, kami kembali berbaikan. Tapi, ucapan yang pernah saya lontarkan dalam keadaan marah itu terus mengganggu benak saya. Apakah talaktersebut sah atau tidak, dan kalau sah apakah jatuh satu atau tiga?Fulan, Jakarta

Nabi SAW bersabda: Tidak sah talak dalam keadaan ”ighlag” (HR Ahmad Attirmizy dan Ibnu Majah melalui Aisyah). Ighlaq berarti segala sesuatu yang menutup kesadaran manusia dan menghalanginya berpikir, sehingga tidak menyadari apa yang dia ucapkan, dia lakukan, atau yang dia tuju. Seperti misalnya, seseorang yang dalam keadaan gila, amat marah dan amat sedih. Hal semacam ini tentu jarang terjadi. Namun demikian, jika kemarahan Anda mencapai tingkat seperti itu, maka talak tersebut tidak sah. Adapun mengucapkan talak sebanyak tiga kali dalam satu peristiwa seperti yang Anda lakukan, adalah bertentangan dengan tuntunan agama. Allah SWT menggariskan bahwa: ”Talak (yang dirujuki) itu dua kali, setelah itu boleh rujuk dengan cara yang makruf dan menceraikan dengan cara yang baik” (QS Al Baqarah 2:229).

Namun demikian mayoritas ulama mensahkan talak tiga yang diucapkan hanya sekali atau dalam satu kesempatan, sehingga dalam kasus anda talak tersebut mereka nilai jatuh tiga. Anda tidak dapat kembali kepada (bekas) istri Anda kecuali setelah dia menikah secara sah dan bercampur sebagai suami istri dengan pria lain. Mazhab Syiah menilai bahwa talak seperti kasus Anda tidak sah, seakan-akan tidak pernah Anda ucapkan. Adapun Mazhab Zaidiyah, sebahagian kelompok Azzahiriyah, demikian juga Ibnu Taimiyah dan Ibnul Qayyim, menilainya hanya jatuh satu talak saja. Pendapat terakhir ini dianut juga oleh Undang-undang yang diterapkan di Suriah dan Mesir. Memang ada sekian banyak riwayat yang disandarkan kepada Nabi yang menguatkan pendapat terakhir ini, namun dinilai oleh mayoritas sebagai riwayat yang lemah. Demikian, semoga menjadi jelas.(Republika Online)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s