Black Hole (Lubang Hitam)

Istilah “lubang hitam” pertama kali digunakan tahun 1969 oleh fisikawan Amerika John Wheeler. Awalnya, kita beranggapan bahwa kita dapat melihat semua bintang. Akan tetapi, belakangan diketahui bahwa ada bintang-bintang di ruang angkasa yang cahayanya tidak dapat kita lihat. Sebab, cahaya bintang-bintang yang runtuh ini lenyap. Cahaya tidak dapat meloloskan diri dari sebuah lubang hitam disebabkan lubang ini merupakan massa berkerapatan tinggi di dalam sebuah ruang yang kecil. Gravitasi raksasanya bahkan mampu menangkap partikel-partikel tercepat, seperti foton [partikel cahaya].

Misalnya, tahap akhir dari sebuah bintang biasa, yang berukuran tiga kali massa Matahari, berakhir setelah nyala apinya padam dan mengalami keruntuhannya sebagai sebuah lubang hitam bergaris tengah hanya 20 kilometer (12,5 mil)! Lubang hitam berwarna “hitam”, yang berarti tertutup dari pengamatan langsung. Namun demikian, keberadaan lubang hitam ini diketahui secara tidak langsung, melalui daya hisap raksasa gaya gravitasinya terhadap benda-benda langit lainnya.

Black hole atau lubang hitam baru-baru ini diduga menarik susunan ruang dan waktu di sekitarnya sambil berputar, menciptakan gelombang dimana materi kosmis berselancar di atasnya, demikian diungkapkan para astronom.

Ini adalah bukti baru bahwa beberapa black hole berputar, bahkan ketika mereka menarik semua objek di dekatnya, termasuk cahaya. Penelitian tambahan juga menunjukkan bahwa black hole bisa memutar material dengan kecepatan tinggi, hingga 32.000 kilometer/jam.

“Gas-gas yang berada di sekitar black hole tidak akan punya pilihan lain kecuali mengikuti arus putaran itu,” kata Jon Miller dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics. “Albert Einstein sendiri sesungguhnya telah memperkirakan hal ini 80 tahun lalu, dan kini kami mulai melihat buktinya.”

Karena black hole menarik segala sesuatu termasuk cahaya, maka mereka tidak bisa terlihat. Namun para astronom telah sejak lama mempelajari fenomena-fenomena yang tampak di sekitar black hole, dan menemukan apa yang mereka sebut sebagai piringan tambahan – suatu bundaran materi yang biasanya berisi materi-materi yang dihisap dari bintang-bintang di dekatnya, yang merupakan sumber makanan black hole.

Salah satu karakteristik yang diamati para astronom di mulut black hole adalah pancaran cahaya sinar-X. Sangat masuk akal bila pancaran itu terpercik amat cepat karena black hole sendiri berputar dengan kecepatan tinggi.

Hal yang sedikit membingungkan adalah bila percikan sinar-X itu menjadi lebih lambat hingga seper seratus laju pancaran tercepat, kata Miller dalam pertemuan American Astronomical Society. Menurut dugaan Miller, pancaran yang melambat itu bisa jadi merupakan frekuensi lengkungan antara ruang dan waktu.

Sementara itu, tim peneliti lain yang juga mempelajari black hole mendeteksi adanya tiga gumpalan gas seukuran Matahari yang berputar sepanjang piringan tambahan sebuah black hole.

Dengan mengamati atom-atom besi, yang merupakan pertanda guna mengetahui apa yang terjadi di sekitar black hole, para ilmuwan bisa memperkirakan bahwa gumpalan-gumpalan ini menyelesaikan satu putaran penuh dalam waktu satu hari, dengan kecepatan 32.000 km/detik.

Karena gumpalan-gumpalan ini jauh dari pusat black hole, seperti jarak Jupiter dari Matahari, maka fenomena ini sungguh menakjubkan. Sebagai perbandingan, Jupiter memerlukan waktu 12 tahun untuk mengelilingi Matahari

Black Hole [Lubang Hitam]. Ini terbentuk ketika sebuah bintang yang telah menghabiskan seluruh bahan bakarnya, sehingga jari-jarinya mengecil dan volume menyusut, dan akhirnya berubah menjadi sebuah lubang hitam dengan kerapatan tak hingga dan volume nol serta medan magnet yang amat kuat. Kita tidak mampu melihat lubang hitam dengan teropong terkuat sekalipun, sebab tarikan gravitasi lubang hitam tersebut sedemikian kuatnya sehingga cahaya tidak mampu melepaskan diri darinya.

Namun, bintang yang runtuh seperti itu dapat diketahui dari dampak yang ditimbulkannya di wilayah sekelilingnya. Di surat Al Waaqi’ah, Allah mengarahkan perhatian pada masalah ini sebagaimana berikut, dengan bersumpah atas letak bintang-bintang:

Maka Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang. Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui. (QS. Al Waaqi’ah, 56: 75-76)

Akhir bulan Mei 1994 lalu, Holland Ford et al dari Space Telescope Science Institute (Baltimore), memperlihatkan bukti eksistensi sebuah lubang hitam raksasa di pusat galaksi M87. Galaksi M87 sendiri adalah sebuah galaksi elip yang terletak di rasi Virgo dan berada sekitar 52 juta tahun cahaya dari Bumi (1 tahun cahaya = 9,5 x 1015 m atau sekitar 10 juta juta km).

Selain gambaran tentang Hari Perhitungan, ayat di bawah ini mungkin juga merujuk pada penemuan ilmiah tentang lubang hitam ini:

Maka apabila bintang-bintang telah dihapuskan (QS. Al Mursalaat, 77: 8).

Selain itu, bintang-bintang bermassa besar juga menyebabkan terbentuknya lekukan-lekukan yang dapat ditemukan di ruang angkasa. Namun, lubang hitam tidak hanya menimbulkan lekukan-lekukan di ruang angkasa tapi juga membuat lubang di dalamnya. Itulah mengapa bintang-bintang runtuh ini dikenal sebagai lubang hitam.

Bila ditelusuri istilah lubang hitam, sebenarnya belum lah lama populer. Dua kata ini pertama kali diangkat oleh fisikawan AS bernama John Archibald Wheeler pada tahun 1968. Wheeler memberi nama demikian karena singularitas ini tak bisa dilihat. Mengapa demikian? Penyebabnya tidak lain karena cahaya tak bisa lepas dari kungkungan gravitasi singularitas yang maha dahsyat ini. Daerah di sekitar singularitas atau lazimnya disebut sebagai Horizon Peristiwa (radiusnya dihitung dengan rumus jari-jari Schwarzschild R = 2GM/C2 dimana G = 6,67 x 10-11 Nm2kg-2, M = kg massa lubang hitam, C = cepat rambat cahaya) menjadi gelap. Itulah sebabnya, wilayah ini disebut sebagai lubang hitam

Kenyataan ini mungkin dipaparkan di dalam ayat tentang bintang-bintang, dan ini adalah satu bahasan penting lain yang menunjukkan bahwa Al Qur’an adalah firman Allah:

Demi langit dan Ath Thaariq, tahukah kamu apakah Ath Thaariq? (yaitu) bintang yang cahayanya menembus. (QS. At Thaariq, 86: 1-3)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s