Macam-macam Illat hukum

Illat hukum dibagi menjadi tiga macam: 1. Illat yang ditetapkan oleh syara’ 2. Illat yang ditetapkan berdasarkan maslahah yang diperkirakan ada pada illat tersebut 3. Illat yang diperkirakan adanya pada ketetapan hukum tersebut.

Adapun illat yang ditetapkan oleh syara’ terdiri dari empat macam:

1. Al-Munasibul Mu’sir

2. Al-Munasibul Mulaim

3. Al-Munasibul Mulga

4. Al-Munasibul Mursal

 

Al-Munasibul Mu’sir:

Ahíla illat yang ditunjuk oleh syara’ bahwa illat itulah yang menjadi illat hukum yang ditetapkan, baik yang ditunjuk secara langsung atau tidak langsung. Umpamanya dalam ayat

“Hai Orang-orang yang beriman apabila diseru untuk menunaikan salta pada hari jum’at maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkan jual-beli.. (al-jumu’ah:9)”

 

Perintah meninggalkan jual-beli dikaitkan dengan adzan hari jum’at, yang berarti adzan itu yang dijadikan illat haram berjual beli karena dengan jual beli itu akan mengganggu sahalt jum’at. Maka semua perjanjian yang lanilla diharamkan yang diqiyaskan dengan jual-beli apabila adzan hari jum’at dan adzan sebagai illat hukum disebutkan dalam nash oleh syara’.

 

Al-Munasibul Mu’sir

Illat yang tidak dijelaskan dalam nash sebagai illat hukumnya, Namur dalam nash lain disebutkan illat bagi hukum yang serupa. Contohnya seperti yang diterangkan dalam hadits bahwa gadis yang Belem mencapai usia balig harus dinikahkan oleh walinya, Namun tidak dijelaskan illat sebenarnya apakah karena gadisnya atau karena Belem cukup balig, karena keduanya dapat dijadikan sebagai illat.

Menurut madzhab hanafi yang menjadi illat disini karena Belem sempurna akal, sama hal dengan anak Belem balig yang mempunyai harta harus diletakkan dibawah pengawasan.

 Karena itu setiap orang yang Belem sempurna akalnya atau hilang akalnya diqiyaskan dengan gadis yang Belem balig, seperti perempuan gila, orang yang mabuk dan janda yang Belem mencapai usia balig.

 

Al-Munasibul Mulga

Illat yang diperkirakan akan membawa kebaikan namun ditemui dalil syara’ yang lain yang memberi petunjuk bahwa illat itu dihapuskan. Umpanya hukuman bagi orang yang bersenggama pada siang hari di bulan ramadhan sedangkan ia memilih berpuasa maka hukumannya yang pantas adalah berpuasa dua bulan berturut-turut. Karena hukuman seperti itu dapat membatasi jumlah pelanggaran. Namun syara’ mewajibkan kepadanya secara berurutan melaksanakan hukuman: 1. memerdekakan budak 2. berpuasa dua bulan berturut-turut 3. memberi makan enam puluh orang miskin. Hukuman ini berlaku bagi siapa saja orang miskin maupun orang kaya.

 

Al-Munasibul Mursal

ialah sifat menurut anggapan mujtahid sebagai illat hukum, Namur syara’ tidak menetapkan ini sebagai illat tapi tidak juga menolaknya

 

 

 

 

2 thoughts on “Macam-macam Illat hukum

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s