Posted on November 15, 2007 by abu mujahid
Urgensi dan Keutamaan Qiyamul Lail
عَنْ جَابِرٍ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ فِي اللَّيْلِ لَسَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ
Dari Jabir r.a., ia barkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya pada malam hari itu benar-benar ada saat yang seorang muslim [...]
DIarsipkan di bawah: Akhlak, Tasawuf | Leave a Comment »
Posted on Oktober 24, 2007 by abu mujahid
SYARI’AH, THARIQAH, HAQIQAH DAN MA’RIFAH
oleh KH Ali Yafie
Kata syari’ah telah beredar luas di kalangan umat muslim.
Bahkan, dalam al-Qur’an sendiri, kata tersebut telah dipakai antara lain pada Surah al-Jatsiyah: 18. Pemakaian kata tersebut mengacu kepada makna ajaran dan norma agama itu sendiri. [...]
DIarsipkan di bawah: Tasawuf | Leave a Comment »
Posted on Oktober 24, 2007 by abu mujahid
Pertanyaan:
Bilakah lahirnya dan berkembangnya ilmu tasawuf, dan apa
pula keistimewaannya?
Apa alasan orang yang menolaknya dan bagaimana
dalilnya bagi orang yang memujinya?
Jawab:
Masalah tasawuf ini pernah dibahaskan, tetapi ada baiknya untuk
diulang kembali, sebab masalah ini amat penting untuk
menyatakan sesuatu hakikat dan kebenaran yang hilang di tengah-tengah
orang yang mencela dan orang yang memuji tasawuf tersebut secara
menyeluruh.
DIarsipkan di bawah: Tasawuf | Leave a Comment »
Posted on Oktober 24, 2007 by abu mujahid
1. PENGERTIAN TAKABBUR
Rasulullah SAW mendefinisikan “takabbur” sebagai sikap “menolak kebenaran dan merendahkan orang lain”.
Pengertian itu Nabi sampaikan kepada orang yang mempertanyakan sikap salah seorang sahabat yang suka memakai baju dan sendal bagus. Sabda Nabi : Sesungguhnya Allh itu indah dan mencintai keindahan. Takabbur adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain”. HR. Muslim.
DIarsipkan di bawah: Akhlak, Tasawuf | Leave a Comment »
Posted on Oktober 24, 2007 by abu mujahid
1. KARAKTERISTIK AQIDAH ISLAM
Aqidah Islam adalah Aqidah Rabbaniy (berasal dari Allah ) yang bersih dari pengaruh penyimpangan dan subyektifitas manusia. Aqidah Islam memiliki karakteristik berikut ini :
1. Al Wudhuh wa al Basathah ( jelas dan ringan) tidak ada kerancuan di dalamnya seperti yang terjadi pada konsep Trinitas dsb.
2. Sejalan dengan fitrah manusia, tidak [...]
DIarsipkan di bawah: Akhlak, Akidah, Tasawuf | 2 Komentar »
Posted on Oktober 19, 2007 by abu mujahid
1. DALIL-DALIL SYAR’IY TENTANG TAWAKKAL
QS Ali Imran ayat 122
QS At Thalaq ayat 3
Rsulullah SAW bersabda : “Jika kamu bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakkal maka Allah memberikan rizki kepadamu sebagaimana Allah memberikan rizki kepada burung, pagi-pagi keluar sarang [...]
DIarsipkan di bawah: Tawakal | 1 Komentar »
Posted on Oktober 17, 2007 by abu mujahid
AFATUL LISAN
1. PERINTAH BERKATA BAIK
Kemampuan berbicara adalah salah satu kelebihan yang Allah berikan kepada manusia, untuk berkomunikasi dan menyampaikan keinginan-keinginannya dengan sesama manusia. Ungkapan yang keluar dari mulut manusia bisa berupa ucapan baik, buruk, keji, dsb.
Agar kemampuan berbicara yang menjadi salah satu ciri manusia ini menjadi bermakna dan bernilai ibadah, Allah SWT menyerukan umat [...]
DIarsipkan di bawah: Tasawuf | 2 Komentar »
Posted on Oktober 13, 2007 by abu mujahid
Pertanyaan:
Apa sebenarnya arti kata tasawuf hakikat dan hukumnya menurut Islam?
Apakah benar di antara orang-orang ahli tasawuf ada yang tersesat dan menyimpang?
Jawab:
Arti tasawuf dalam agama ialah memperdalam ke arah bagian rohaniah, ubudiah, dan perhatiannya tercurah seputar permasalahan itu.
Agama-agama di [...]
DIarsipkan di bawah: Tasawuf | Leave a Comment »
Posted on Oktober 12, 2007 by abu mujahid
Allah Ta’la berfirman :
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus*, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus. (QS. Al Bayyinah : 5)
Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridha an) Allah, tetapi ketakwaan [...]
DIarsipkan di bawah: Ikhlash, Tasawuf | Leave a Comment »