Posted on Maret 7, 2009 by abu mujahid
س: إننى أعيش في قرية من قرى مصر وبها مسجد كبير وقدعين فيه إمام تابع لوزارة الأوقاف وهذا الإمام لا يجيد قرأءة القرآن لأنني من خريجي معهد القراءات الأزهري . فما حكم الصلاة وراء إمام يصلي خلفه من هو أفضل منه حفظا وأداء وترتيلا
وأحكاما . هل يصح لي في هذه الحالة أن أصلي [...]
DIarsipkan di bawah: Shalat, Uncategorized | Leave a Comment »
Posted on Oktober 21, 2008 by abu mujahid
Tanya: Sebagian orang ada yang shalat fardhu dalam keadaan terbuka kedua bahunya, khususnya pada saat pelaksanaan ibadah haji, yaitu saat mengenakan pakaian ihram. Apakah hukumnya?
jawab: jika dia tidak mampu menghindarinya, maka tidak mengapa baginya hal yang demikian itu berdasarkan firman Allah ta’ala:
“Bertakwalah kalian semampu kalian” (At-Taghabun 16 )
DIarsipkan di bawah: Fikih Ibadah, Shalat | Leave a Comment »
Posted on Oktober 21, 2008 by abu mujahid
Tanya: Pada sebagian wilayah terdapat siang atau malam yang berlalu dalam waktu sangat lama, ada juga yang berlalu sangat singkat sekali sehingga tidak cukup waktu untuk melakukan shalat lima waktu, bagaimana penduduk wilayah tersebut melakukan shalatnya ?
DIarsipkan di bawah: Fikih Ibadah, Shalat | Leave a Comment »
Posted on Desember 11, 2007 by abu mujahid
Shalat fardhu atau Shalat lima waktu wajib dilaksanakan tepat pada waktunya, berdasarkan firman Allah SWT, “Sesungguhnya Shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (An-Nisaa’: 103).
Oleh karena itu, barangsiapa mengakhirkannya dari waktu yang telah ditentukan tanpa ada halangan (uzur), maka ia berdosa. Tetapi, jika dia mengakhirkannya karena suatu halangan, tidaklah berdosa. Halangan-halangan [...]
DIarsipkan di bawah: Fikih Ibadah, Shalat | 1 Komentar »
Posted on November 7, 2007 by abu mujahid
Banyak dari orang-orang yang mulai sadar akan pentingnya shalat masih mengabaikan perkara thuma’ninah di dalam shalat. Padahal hanya dengan thuma’ninah seseorang bisa khusyu’. Dan mustahil kekhusyu’an bisa tercapai dengan ketergesa-gesaan. Karena setiap kali bertambah thuma’ninah seseorang, maka bertambah pula kekhusyu’annya dan setiap kali berkurang thuma’ninah-nya maka bertambahlah ketergesa-gesaannya, sehingga jadilah gerakan kedua tangannya Iseperti sesuatu [...]
DIarsipkan di bawah: Shalat | Leave a Comment »
Posted on November 7, 2007 by abu mujahid
Dari Abdul ‘Aziz bin Abdullah bin Baz, kepada kaum muslimin, semoga Allah memberi mereka taufiq menuju apa yang dia ridloi dan mengumpulkan kita semua bersama orang-orang takut dan bertaqwa kepada Allah. Amin.
As Salamu ‘alaikum wa rahmatulahi wa barakatuhu. Amma ba’du:
Sampai berita kepada saya bahwa kebanyakan orang telah melalaikan penunaian shalat dengan berjama’ah. Mereka beralasan dengan [...]
DIarsipkan di bawah: Fikih Ibadah, Shalat | Leave a Comment »
Posted on November 7, 2007 by abu mujahid
Pertanyaan :
Salah satu masalah kontraversial di tengah masyarakat adalah qunut Shubuh. Sebagian menganggapnya sebagai amalan sunnah, sebagian lain menganggapnya pekerjaan bid’ah. Bagaimanakah hukum qunut Shubuh sebenarnya ?
Jawab :
Dalam masalah ibadah, menetapkan suatu amalan bahwa itu adalah disyariatkan (wajib maupun sunnah) terbatas pada adanya dalil dari Al-Qur’an maupun As-sunnah yang shohih menjelaskannya. Kalau tidak ada [...]
DIarsipkan di bawah: Fikih Ibadah, Shalat | Leave a Comment »
Posted on November 7, 2007 by abu mujahid
Muqadimah
Pakaian sebagai kebutuhan primer kita sehari-hari sangat layak diperhatikan terlebih ketika kita menghadap Allah di dalam sholat. Kita diharuskan berpakaian bersih suci dari segala jenis najis dan menutup aurat. Permasalahan bersih dari najis, tentu kita sudah banyak yang memahaminya. Tetapi tentang menutup aurat? Seperti bagaimanakah pakaian yang seharusnya dikenakan di waktu sholat? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang [...]
DIarsipkan di bawah: Fikih Ibadah, Shalat | Leave a Comment »
Posted on November 7, 2007 by abu mujahid
1. Shalat sebagai aktualisasi peran ubudiyyah (penghambaan) manusia kepada Allah, sesuai dengan peran dasar penciptaan manusia sebagai makhluk Allah. QS. 51:16
2. Shalat sebagai sarana taqwiayah (penguatan) jiwa. Hal sesuai dengan kondisi manusia yang lemah dan terbatas, agar selalu mendapatkan siraman kekuatan dari Yang Maha Kuat dan Perkasa,
DIarsipkan di bawah: Shalat | Leave a Comment »